Rabu, 13 November 2013

Bisnis online terdahsyat abad ini

Salam.....semua pengunjung blog ini...mau tau bisnis terdahsyat abad ini  coba klik disini

Bisnis online TERDAHSAT

Assalamu'alaikum semua pengunjung blog ini...lama sekali tak update blog ini..Tapi kali ini aku datang dengan membawa kabar gembira bagi anda yang ingin sukses dibisnis online...baru launcing  bisnis online ala Ustadz Yusuf Mansur ayo jadi orang terdepan dikota anda.....serius ppasti suksesinsya Allah.buka link ini..Bisnis online terdahsyat abad ini

Minggu, 18 September 2011

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Teladan dalam Rumah Tangga Rasulullah


Umar kemudian pergi ke masjid, dan dengan suara lantang ia berkata kepada kaum Muslimin, "Rasulullah SAW tidak menceraikan isterinya."

Sehubungan dengan peristiwa ini, turun ayat-ayat suci ini: "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS At-Tahrim: 1-2)

"Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula."

"Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan." (QS At-Tahrim: 3-6)

Dengan demikian peristiwa itu selesai. Istri-istri Nabi kembali sadar, dan beliau pun kembali kepada mereka setelah mereka benar-benar bertaubat, menjadi manusia yang rendah hati beribadah dan beriman. Kehidupan rumah tangganya sekarang kembali tenang, yang memang demikian diperlukan oleh setiap manusia yang sedang melaksanakan suatu beban besar yang ditugaskan kepadanya.

Apabila orang itu orang besar seperti Muhammad SAW, lemah-lembut seperti beliau, berlapang dada, tahan menderita, orang berwatak dengan segala sifat-sifat yang ada padanya—yang sudah disepakati dan diakui pula oleh semua penulis sejarah Hidupnya—maka menggambarkan salah satu dari kedua peristiwa itu an sich sebagai sebab ia memisahkan diri dan mengancam hendak menceraikan istri, adalah suatu hal yang kebalikannya, jauh daripada suatu cara kritik sejarah.

Sebaliknya, kritik yang akan dapat diterima orang dan sejalan pula dengan logika sejarah ialah apabila peristiwa-peristiwa itu mengikuti jejak yang sebenarnya, yang akan membawa kepada kesimpulan-kesimpulan yang sudah pasti tidak bisa lain akan ke sana. Maka dengan demikian ia akan menjadi masalah biasa, masuk akal dan secara ilmiah dapat diterima.

Ada beberapa orientalis yang juga bicara tentang ayat-ayat yang turun pada permulaan surah At-Tahrim seperti di atas. Disebutkan bahwa semua kitab suci di Timur tidak ada yang menyebut-nyebut peristiwa rumah tangga dengan cara semacam itu.

Rasanya tidak perlu kita mengatakan lagi apa yang tersebut dalam kitab-kitab suci itu semua—termasuk Alquran di antaranya tentang masyarakat Luth dengan segala cacat mereka. Bahkan Taurat (Perjanjian Lama) membawa cerita tentang Luth dan dua anaknya yang perempuan ketika mereka memberikan minuman anggur kepada bapaknya sehingga dua malam berturut-turut ia mabuk, dengan maksud supaya dapat masing-masing mereka dapat tidur dengan Luth dan dengan demikian mereka memperoleh keturunan—karena khawatir keluarga Luth kelak akan punah, setelah Tuhan menurunkan bencana. Oleh sebab itu, maka semua kitab suci membuat kisah-kisah para rasul serta apa yang mereka lakukan dan segala apa yang terjadi, ialah sebagai suri teladan bagi umat manusia.

Banyak sekali kisah-kisah demikian dalam Alquran. Tuhan menyampaikan kisah-kisah yang baik sekali kepada Rasulullah. Sedang Alquran bukan hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad, melainkan kepada seluruh umat manusia. Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul, sebelum dia pun telah banyak rasul-rasul lain yang dibawakan kisahnya dalam Alquran.

Jika Qur'an menyampaikan berita-berita tentang Muhammad SAW dan menyangkut pula kehidupan pribadinya yang perlu menjadi contoh buat kaum Muslimin dan teladan yang baik pula, serta memberi isyarat tentang arti dalam tindakan dan kebijaksanaannya itu, maka kisah-kisah para nabi yang terdapat dalam Alquran itu sama sekali tidak berarti keluar daripada apa yang terdapat dalam kitab-kitab suci lain.

Apabila kita mengatakan bahwa masalah Muhammad SAW meninggalkan istrinya itu bukan sebab yang berdiri sendiri di samping sebab-sebab lain yang telah menimbulkan cerita itu, juga bukan karena Hafshah bercerita kepada Aisyah tentang apa yang dilakukan Nabi dengan Maria—suatu hal yang memang patut dilakukan oleh setiap laki-laki terhadap istrinya atau siapa saja yang sah menjadi miliknya—orang akan melihat, bahwa tinjauan yang dikemukakan oleh beberapa orientalis itu, dari segi kritik sejarah sama sekali tidak dapat dibenarkan. Juga tidak pula sejalan dengan apa yang ada dalam kitab-kitab suci sehubungan dengan kisah-kisah dan kehidupan para nabi itu.



Redaktur: ozy
Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Rabu, 08 Juni 2011

Urgensi Sholat 1

Diahir sebuah hadis yang panjang yang diriwayatkan oleh  umar bin khottob r.a Nabi bersabda :

                                                                               نزَلَ عليَّ جبريلُ وقالَ:إقرأ، قلتُ وما أقرأ،قال:فخلَفَ مِن بعدهمْ خلفٌٌٌُ        
                                                                                   اضاعُواْ الصلاةَ واتبعُواالشهَواتِ فسوفَ يلقوْنَ غيّاًَ،فقُلتُ يا جبريلُ
                                                                                 وهلْ تُضيِّعُ اُمّتيْ الصّلاةَ من بعديْ،قال:نعَمْ...يأتيْ أخرالزمانِ أُناسٌُ
                                                                       مِنْ أمّتِكَ يضّيعوْن الصّلاة ويتبعون الشهواتِ دِينارٌُ عندهم خيرٌُ منْ صلاتهِم             
                                                                         
.                                                        
artinya: Turun kepadaku Jibril dan berkata Bacalah..saya bertanya :apa yang saya baca,Berkata Jibril..:Maka akan datang Pengganti/generasi setelah mereka ,yang suka menyia nyiakan sholat dan mereka lebih suka menuruti syahawat maka mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahannam....Maka aku bertanya: apakah ummatku sepeninggalku suka menyianyiakan sholat..?  Jibril berkata : ya...Akan datang di ahir jaman dari ummatMu suka menyianyiakan sholat ,mereka lebih senang mengikuti syahwatnya,Dinar(uang) dianggap lebih baik(penting) dari pada Sholat mereka.
         
              Hadist di atas sudah menjadi kenyataan yang tak bisa kita pungkiri,betapa ummat (islam) sekarang telah berkianat pada Janji(baca:bai'at) mereka sendiri dihadapan Allah yang telah menciptakannya.
Kita telah sepakat bahkan kita telah berikrar bahwa:kita mempunyai TUHAN,sebagai kuwajiban seorang hamba kepada Tuhannya yang sangat mendasar adalah menyembahNya. kalau kuwajiban yang sangat mendasar saja di tinngalkan oleh ummat ini maka jangan harap kuwajiban yang lainnya dilaksanakan.
             Sholat adalah bentuk manifestasi dan konsekwensi logis dari ikrar kita dihadapanNYa disaat kita berada di alam Ruh, disaat Allah meminta penyaksian kepada Ruh semua mahluq,Allah berfirman :             الستُ بربّكُم...؟   Bukankah aku ini Robb kalian....Seluruh roh menjawab:   بليَ شهِدناَ   : benar...kami bersaksi bahwa Engkau (Allah) adalah Tuhan kami....Tidak hanya itu,kita sebagai ummat islam ,disaat kita terlahir kedunia ini disambut dengan kumandang suara adzan dan iqomah, apakah ini bukan bentuk dari penguatan dari ikrar kita kepada Allah.Dan dalam formalitas ,kita dicatat dalam akte kelahiran kita dan juga administrasi yang lainnya bahwa kita adalah MUSLIM dan didalam agama islam SHOLAT adalah rukun yang kedua setelah Ikrar (syahadat).
            Oleh karena itu bohong besar bahkan telah berkhianat pada Allah apabila kita mengaku islam tapi tidak melaksanakan sholat,lalu apa bedanya kita dengan orang kafir..? padahal nabi bersabda :
                                                           إنَّ الفرق بيننا وبينهم الصّلاة فمَنْ تركها فقدْ كفر...
artinya : sesungguhnya yang ,membedakan antara kita dan orang kafir adalah sholat,maka barang siapa meninggalkan sholat,maka dia telah menyamai orang kafir.(next)

Selasa, 01 Maret 2011

Antara SUTIS dan IBLIS

Bagai dua belah mata uang yang saling berhubungan dan merupakan sebab akibat,dua fenomena ini menggelitik 
dan menggelikan sekaligus memprihatinkan dan menyedihkan.
Kedua FEnomena ini adalah  SUTIS (suami takaut istri) itulah istilah yg dipopulerkan oleh komedian papan atas SULE dalam lagunya yang jenaka.Sedangkan fenomena satu lainnya adalah IBLIS (Istri Berani Lawan dan Injak  
Suami) kalau ini istilah saya sendiri,selanjutnya dua istilah ini kita pakai dalam pembahasan selanjutnya.